Bangunan Eks Klinik PG Randugunting

Pada abad ke-20, kemunculan klinik atau rumah sakit di lingkungan pabrik gula menjadi fenomena baru dalam sejarah perkembangan rumah sakit di Hindia-Belanda, yang dipengaruhi oleh anjuran H.F. Tillema agar setiap pemilik pabrik memperhatikan kesejahteraan karyawan, karena hal tersebut berdampak pada produktivitas pabrik. Di Yogyakarta, Koloniale Bank membangun klinik untuk karyawan pribumi di dekat PG Randugunting pada tahun 1910, menjadikannya pabrik gula pertama di Yogyakarta dengan fasilitas kesehatan tersebut. Klinik ini tidak hanya melayani karyawan, tetapi juga masyarakat sekitar yang belum memiliki fasilitas kesehatan, dengan kapasitas sekitar lima puluh pasien dan tenaga kesehatan terdiri dari seorang mantri dan dua perawat. Biaya operasional klinik mendapat subsidi dari pemerintah kolonial. Selain didorong oleh ideologi kemanusiaan, pembukaan klinik kesehatan di perkebunan bertujuan memberikan pengobatan cepat kepada karyawan agar mereka dapat segera kembali bertugas, sekaligus sebagai bentuk investasi Koloniale Bank untuk meningkatkan produktivitas pabrik. Akibat krisis ekonomi pada tahun 1930-an, klinik di Randugunting diserahkan kepada Rumah Sakit Petronella, rumah sakit milik zending di Yogyakarta. Klinik tersebut kemudian menjadi bagian dari jaringan rumah sakit pembantu milik Petronella yang tersebar di berbagai penjuru Yogyakarta untuk menjangkau lebih banyak pasien. Pasien dengan penyakit ringan dirawat secara rawat jalan, sedangkan pasien dengan kondisi lebih serius dirujuk ke rumah sakit pembantu terdekat atau ke RS Petronella untuk penanganan yang lebih serius, dengan komunikasi antara rumah sakit utama dan rumah sakit pembantu dilakukan melalui jaringan telepon. Bangunan eks Klinik PG Randugunting terdiri dari tiga bagian utama: bangsal perawatan, kantor, dan rumah dinas mantri. Bangsal perawatan terletak di sebelah timur, dengan fungsi sebagai ruang rawat inap pasien, memiliki panjang 48,38 m dan lebar 10,10 m. Atapnya berbentuk limasan dengan genteng, dinding dari bata, dan lantai plesteran semen, serta dilengkapi beranda keliling. Bagian depan bangsal ini memiliki pondasi bekas atap kuncung. Bangsal ini terdiri dari tiga ruangan, yaitu bekas ruang perawatan pasien pria, ruang perawatan pasien perempuan, dan ruang tengah. Saat ini, bangsal perawatan tidak difungsikan dan ruang tengah ditempati oleh satu keluarga pensiunan pegawai RS Bethesda Yogyakarta. Sebelah barat bangsal perawatan, terdapat bangunan bekas kantor berukuran 13 m x 13 m dengan atap Dutch-hip dan genteng, serta beranda keliling, namun saat ini tidak difungsikan. Di sebelah barat bangunan bekas kantor, terdapat rumah dinas mantri dengan ukuran lebar 8,13 m dan panjang 25,89 m, atap limasan dan genteng, jendela dan pintu krepyak lama, serta lubang ventilasi berbentuk lingkaran pada dinding gable. Rumah dinas mantri juga tidak difungsikan saat ini.

Detail Objek Budaya

  • Nama Objek: Bangunan Eks Klinik PG Randugunting
  • No Registrasi: 79.21/Kep.KDH/A/2021
  • Tanggal Register: 2021-12-27
  • Ketua Kelompok / Penanggung Jawab: RS Bethesda Yogyakarta
  • Kategori: Cagar Budaya
  • Alamat: Tamanmartani-Manisrenggo