Bibi Tumbas Timun
A sampai I diumpamakan anak. A duduk bersila. Anak-anak lainnya (B–D) duduk bersila di belakang A. adapun F – I berdiri bergandengan tangan di hadapan A sembari melantunkan tembang "Bibi Tumbas Timun" sambil berjalan-jalan kecil (mincek-mincek) maju mundur. Sehabis lantunan tembang F – I berhenti, lalu duduk bersimpuh di hadapan A, lalu berdialog: F-I: Kula nuwun (permisi) : Mangga... sampeyan sinten (silahkan... anda siapa?) F-I: Kengkenane mBok Danureja (utusan Mbok Danureja) : Ajeng napa (mau apa?) Α F-I Ajeng tumbas timun (mau membeli mentimun) A: O, timune lagi ditandur, kana muliha dhisik, suk emben mrene maneh. (O... mentimunnya baru tanam. Silahkan pulang duluan, besuk ke sini lagi.) Anak-anak (FI) lalu pergi, kembali melantunkan tembang "Bibi Tumbas Timun" sambil berjalan kecil-kecil (mincek-mincek) maju mundur. Sehabis lantunan tembang anak-anak (F – I) kembali duduk bersimpuh di hadapan A, lalu berdialog seperti sebelumnya. Bedanya, pada akhir dialog jawaban A sebagai berikut: "O... timune lagi thukul, kana muliha dhisik, suk emben mrene maneh. (O... mentimunnya baru tumbuh. Silahkan pulang duluan, besuk ke sini lagi). Begitu seterusnya, lagu dan dialog dilakukan berkali-kali dengan urutan jawab dari A sebagai berikut: 1. Lagi tandur (baru tanam) 2. Lagi thukul (baru tumbuh) 3. Lagi godhong siji dipangan sapi (baru berdaun satu, dimakan sapi) 4. Lagi godhong loro dipangan kebo (baru berdaun dua dimakan kerbau) 5. Lagi godhong telu dipangan mrutu (baru berdaun tiga dimakan kutu) 6. Lagi kembang dipari kombang (baru berbunga dimakan kumbang) 7. Lagi pentil wis padha prithil (baru tumbuh bakal buah, sudah berguguran) 8. Saiki wis awoh, olehe akon tuku pira (sekarang sudah berbauh, mau beli berapa) Sesampainya pada jawaban "saiki wis awoh, olehe akon tuku pira" (sekarang sudah berbuah, mau beli berapa?), anak-anak (F – I) menjawab "sigar mawon" (separo saja). selanjutnya A menjawab "Ya goleka dhewe, ning sing ngati-ati, neng kono akeh asune/kethekel ulane". Setelah mendapat jawaban begitu, F - I lalu bergaya seperti sedang memetik mentimun di kebun. Tak lama kemudian dikejar anjing/monyet/ular oleh B - E yang pura-pura menjadi binatang piaraan penjaga kebun mentimun. Anak-anak lalu berlarian kabur, dan selesailah permainan tersebut. mengenai binatang yang mengejar tergantung kemauan si A. jika disebutkan banyak anjingnya, B - E dalam mengejar sambil menggonggong. Jika dikatakan banyak monyetnya, B- E dalam mengejar sembari mere-mere, bersuar seperti layaknya monyet. Jika disebutkan banyak ularnya, B – E dalam mengejar sembari mendesis-desis seperti ular. Tembang: Bi bibi tumbas timun, kengkenanne mbok bibi Danureja, murmeg murwa, untune kena diprada, lambene kena direnda, bibi bibi tumbas timun, sigar mawon