BREGADA TUNGGUL JATI

Sejarah singkat nama Bregada Tunggul Jati tumbuh dari Dusun Jatirejo yang pada tahun 1950 terdiri atas beberapa kerukunan, diantaranya Kerukunan Gal Mangklong, Kerukunan Gal Karetan, dan Kerukunan Gal Turi. Masing-masing kerukunan ini mengelola tanah, baik untuk berkebun maupun dijadikan sebagai tempat tinggal. Saat warga berkebun, ketika mengolah tanah selalu menemukan suatu tunggak dari pohon jati. Hasil penemuan tersebut dimanfaatkan untuk pembuatan kayu bakar, bahkan karena terlalu melimpahnya tunggak tersebut, sehingga hanya didiamkan saja oleh para warga. Seiring dengan berjalannya waktu, tunggak yang didiamkan tersebut bersemi (tumbuh tunas) kembali sehingga menjadi pohon yang dapat dimanfaatkan warga. Singkat cerita, masing-masing kerukunan tersebut sepakat menjadi satu dengan nama Dusun Jatirejo. Para sesepuh di dusun tersebut berharap bahwa Dusun Jatirejo ini menjadi rejo (makmur). Sampai saat ini, Dusun Jatirejo mencapai kehidupan yang lebih mapan dan makmur. Pola hidup warga yang mapan tersebut menjadikan Jatirejo memiliki gagasan untuk menguri-uri suatu kebudayaan, sehingga tercetuslah kesenian bregada keprajuritan yang dimana pada tahun 2017 kesenian tersebut berdiri serta mendapatkan restu dari sesepuh Jatirejo. Dikarenakan Jatirejo dahulu banyak tunggak dari pohon jati, sehingga kesenian bregada ini diberi nama “Bregada Tunggul Jati”, dengan harapan kesenian bregada ini bisa tumbuh dan membawa nama dusun Jatirejo.

Detail Objek Budaya

  • Nama Objek: BREGADA TUNGGUL JATI
  • No Registrasi: 2.071115.2021.851
  • Tanggal Register: 2021-02-23
  • Ketua Kelompok / Penanggung Jawab: Sutrisno
  • Jumlah Anggota: 70
  • Kategori: Seni
  • Alamat: Jatirejo, Sendangadi, Mlati, Kabupaten Sleman