Bregodo Pringgodiningrat

Bregada Pringgodiningrat didirikan pada tanggal 18 Agustus 2019 sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan tokoh penting di wilayah Sleman. Nama "Pringgodiningrat" diambil dari Kanjeng Raden Tumenggung Pringgodiningrat, bupati pertama Sleman, yang juga diabadikan sebagai nama jalan utama yang membelah Dusun Pangukan. Penggunaan nama ini bukan hanya sebagai identitas kelompok, tetapi juga sebagai penghargaan atas jasa-jasa Kanjeng Raden Tumenggung Pringgodiningrat, sehingga masyarakat, terutama warga Dusun Pangukan, dapat terus mengingat kontribusi dan pengabdiannya. Nama ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya peran pemimpin yang berkomitmen pada kemajuan daerahnya. Bregada Pringgodiningrat juga memiliki Dwojo atau Klebet yang khas, dengan simbolisme yang mendalam. Dwojo ini berbentuk bendera berwarna dasar merah dengan lingkaran putih di tengahnya. Di dalam lingkaran tersebut terdapat gambar gajah yang memegang nenggala, yang melambangkan keberanian yang suci. Gajah dalam simbol ini mewakili kekuatan besar, keteguhan, dan ketangguhan, sementara nenggala sebagai senjata tradisional melambangkan kekuatan dan kesaktian yang dimiliki. Kombinasi simbol tersebut menggambarkan semangat Bregada Pringgodiningrat yang penuh keberanian, keteguhan, dan kesetiaan dalam melestarikan nilai-nilai budaya serta menjaga martabat leluhur.

Detail Objek Budaya

  • Nama Objek: Bregodo Pringgodiningrat
  • No Registrasi: 2.071115.13.2003.4.2020.515
  • Tanggal Register: 2020-02-04
  • Ketua Kelompok / Penanggung Jawab: Bambang Wicaksono
  • Jumlah Anggota: 20
  • Kategori: Seni
  • Alamat: Pangukan, Sanggrahan, Tlogoadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia