Candi Kalasan

Keberadaan Candi Kalasan dapat dikaitkan dengan sebuah prasasti batu berbahasa Sanskerta berhuruf Pranagari yang bertarikh 778 Masehi, yang menyebutkan diperingatinya jasa Maharaja Tejahpurana Panangkaran dalam membangun sebuah kuil untuk Dewi Tara dan memuat arca dewi yang ditahtakan di dalam kuil tersebut. Kuil ini dinamakan Tarabhawana, yang kini dikenal sebagai Candi Kalasan. Prasasti Kalaşa juga mencatat pendirian tempat tinggal (asrama) bagi para pendeta dengan menghibahkan desa Kalasan kepada para Sangha, di mana baik kuil Dewi Tara maupun asrama disebut sebagai Wihara. Penyebutan asrama ini sering dikaitkan dengan bangunan Candi Sari yang terletak 500 meter di sisi timur laut Candi Kalasan. Candi Kalasan, yang bercorak Buddha, memiliki keunikan dibandingkan dengan candi-candi lain di sekitar Prambanan. Penelitian terhadap struktur bangunan candi menunjukkan bahwa bangunan yang ada saat ini adalah bangunan ketiga, sehingga penyebutan tahun 700 Saka dalam prasasti kemungkinan merujuk pada bangunan yang telah digantikan oleh struktur yang ada sekarang. Candi Kalasan juga telah dicatat oleh Mackensie dalam "Narrative of Journey to Examine Remains of an Ancient City and Temple at Bambana in Jawa" (Verhand. Bat. Gen. VII, 1814) dan terdaftar dalam "Rapporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nedelandsch-Indie 1915," dengan nomor 1287 (Verbeek no. 351). Saat ini, sisa bangunan Candi Kalasan berukuran 24 m, dengan struktur tubuh candi yang berdiri pada batur setinggi 1 m dan kaki candi setinggi 3 m, sementara tubuhnya mencapai 13 m dan atapnya 7 m. Tubuh candi memiliki denah bujur sangkar berukuran 16,5 x 16,5 m, dengan pintu di tiap sisi bangunan dan pintu utama terletak di sisi timur menuju bilik utama. Dahulu, bilik utama ini memuat sebuah arca besar, seperti yang terlihat dari dudukan arca yang sangat besar. Pada tahun 1939–1940, Candi Kalasan mengalami perbaikan, termasuk pemasangan kembali batu-batu atap dan konsolidasi pintu masuk sisi selatan yang mulai rusak, namun secara keseluruhan, candi ini belum pernah dipugar total seperti candi-candi lainnya. Relief pada tubuh bangunan candi dipahat halus dan dilapisi dengan bajralepa, semacam semen pelapis sisi luar bangunan, yang terlihat dalam tiga lapis saling bertumpuk. Analisis laboratorium menunjukkan bahwa lapisan bajralepa terdiri dari pasir kwarsa (30%), kalsit (40%), kalkopirit (25%), dan lempung (5%). Keunikan lain dari Candi Kalasan adalah adanya batu monolit di tangga pintu masuk sisi timur, sering disebut sebagai moonstone (batu bulan). Candi Kalasan merupakan kompleks bangunan yang terdiri dari bangunan induk dikelilingi oleh 52 stupa yang mengitari batur candi.

Detail Objek Budaya

  • Nama Objek: Candi Kalasan
  • No Registrasi: 14.7/Kep.KDH/A/2017
  • Tanggal Register: 2016-11-03
  • Ketua Kelompok / Penanggung Jawab: BPK Wilayah X
  • Kategori: Cagar Budaya
  • Alamat: Jl. Candi Kalasan