Candi Palgading A

Kapan Candi Palgading dibangun masih belum diketahui karena belum ditemukan prasasti, namun menurut F.D.K. Bosch, candi ini diperkirakan dibangun antara tahun 750 M hingga 850 M berdasarkan gaya seni yang mirip dengan Candi Borobudur. Candi Palgading ditemukan pada tahun 1923, setelah Oudkundige Dienst diberitahu oleh Departemen Sultanaat Werken tentang batu candi yang dijual untuk proyek pengerasan jalan Mataram Boulevard. Penelusuran mengungkapkan bahwa batu-batu tersebut berasal dari halaman rumah seorang warga Desa Palgading, di mana ditemukan fragmen batu candi. Penggalian dihentikan untuk kepentingan penelitian arkeologis, dan batu-batu tersebut dipindahkan ke Museum Kepurbakalaan di Nieuwe Wijk (Kotabaru) pada tahun 1924 untuk rekonstruksi, yang menunjukkan bahwa batu-batu itu merupakan bagian dari struktur stupa. Ekskavasi lebih lanjut tidak dilakukan, tetapi temuan lepas fragmen batu berelief, antefix, dan batu relief tercatat dalam Buku Hasil Pengumpulan Data Kepurbakalaan Kecamatan Ngaglik Tahun 1980 dan Laporan Inventarisasi Kecamatan Ngaglik Tahun 1998. Candi Palgading juga disebut dalam disertasi Mundardjito tahun 2002. Penemuan Arca Avalokitesvara dan beberapa komponen bangunan pada 21 Mei 2006 oleh Slamet Sugiarto mengarah pada ekskavasi penyelamatan tahap I pada 20-30 November 2006, diikuti oleh tahap II pada 21–28 Juli 2008, yang berhasil menemukan dua struktur bangunan candi dan sebuah stupa. Studi kelayakan Situs Palgading diadakan pada tahun 2011, dan Studi Teknis dilakukan dari Juli hingga Oktober 2012. Setelah berbagai penelitian, Struktur Candi Palgading A dipilih untuk dipugar, dan pada 10 Oktober 2016, pemugaran Struktur Palgading A secara resmi selesai. Meskipun arsitektur Struktur Candi Palgading A berbeda dari yang ditemukan oleh Oudkundige Dienst pada tahun 1923, candi ini adalah yang paling lengkap secara arsitektural dibandingkan dengan dua candi lainnya. Candi Palgading adalah kompleks bangunan candi yang terdiri dari tiga struktur, dengan Struktur Candi Palgading A dalam kondisi paling lengkap. Struktur Candi B dan C hanya tersisa beberapa lapis kaki candi. Struktur Candi Palgading A berukuran 8,85 x 8,85 m dan terletak di sebelah utara, sementara Struktur Candi B di bagian tengah berukuran 8,6 x 6,35 m, dan Struktur Candi C di bagian selatan seluas 13,23 x 17 m. Jarak antara satu candi dengan candi lainnya sekitar 1,5 – 2 m, dan ketiga candi tersebut menghadap ke arah barat. Struktur Candi Palgading A adalah candi berlatar belakang agama Buddha, yang dibuktikan dengan temuan komponen batu penyusun candi, komponen stupa, serta arca Buddha Avalokitesvara dan Aksobya. Struktur Candi Palgading A sudah dipugar sebelumnya karena saat ditemukan kondisinya relatif utuh, dengan komponen bangunan yang mewakili bagian-bagian bangunan. Candi ini menghadap ke barat, dengan undakan masuk di sisi barat berlebar 1,68 m, menjorok ke luar sepanjang 48 cm, dan tinggi 73 cm. Pintu masuk terdiri dari 3 undakan yang merupakan bagian dari batur bangunan. Batur memiliki ukuran 8,85 x 8,85 m dan tinggi 73 cm, di atasnya terdapat struktur dagoba atau stupa yang terdiri dari kaki, tubuh, dan andha. Kaki stupa tersusun dari 1 lapis batu padma, 1 lapis batu bertakik ganda (pelipit bawah), 1 lapis batu bertakik (pelipit mistar), dan 1 lapis batu bertakik (pelipit atas), dengan ukuran 3,82 x 3,82 m dan tinggi 66,5 cm. Tubuh stupa terdiri dari 4 batu berbentuk persegi, berukuran 180 x 180 cm dan tinggi 59 cm, sedangkan andha tersusun dari batu monolith berbentuk silinder dengan diameter 101 cm dan tinggi 113 cm, serta ornamen harmika di bagian bawah andha setebal 15,5 cm. Kemuncak yang disebut yasti di atas andha belum ditemukan.

Detail Objek Budaya

  • Nama Objek: Candi Palgading A
  • No Registrasi: 27.3/Kep.KDH/A/2022
  • Tanggal Register: 2022-04-06
  • Ketua Kelompok / Penanggung Jawab: BPK Wilayah X
  • Kategori: Cagar Budaya
  • Alamat: Palgading