Dalem Singodikaran
Dalem Singodikaran dibangun oleh Kyai Singodikoro, yang merupakan Canggah Sultan Hamengku Buwono II dan juga lurah dari Kelurahan Kadisono, jabatan yang dipegang secara turun-temurun hingga masa kemerdekaan. Setelah Kyai Singodikoro, jabatan lurah dipegang oleh Setrodikromo atau Kyai Puspojoyo, kemudian Ki Bekel Atemodikoro. Sebelum kemerdekaan, Dalem Singodikaran digunakan sebagai kantor Kelurahan Kadisono, sama seperti kalurahan lainnya. Pada masa penjajahan, bangunan ini digunakan untuk menyusun strategi perang gerilya dan sebagai tempat bersembunyi bagi tentara pejuang, serta pada masa penjajahan Jepang, digunakan oleh tentara Jepang atau Heiho untuk melatih pemuda sebagai Keibodan. Setelah kemerdekaan, bangunan ini pernah digunakan sebagai Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Negeri Tempel, yang kemudian menjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tempel. Saat ini, Dalem Singodikaran digunakan sebagai rumah tinggal keluarga. Dalem Singodikaran merupakan bangunan tradisional Jawa dengan tata bangunan yang mencakup pendhapa, pringgitan, ndalem, dan gandhok. Pendhapa memiliki atap Joglo dengan bagian brunjung, penanggap, dan emper. Masing-masing sektor dilengkapi dengan tiang kayu: bagian pamidhangan atau sektor guru memiliki empat sakaguru dan dhadha peksi dengan penutup singup dari anyaman bambu, sektor penanggap dengan dua belas saka penanggap, dan sektor emper dengan saka emper. Atap brunjung dan penanggap terbuat dari rangkaian bambu yang disebut "raguman," sedangkan atap emper menggunakan usuk dan reng dari kayu, bukan raguman. Dinding pada bagian penanggap berupa gebyok, papan yang diatur rapat untuk dinding, dengan pintu dari kayu di bagian tengah depan. Pringgitan, ndalem, dan gandhok juga merupakan bagian dari bangunan ini. Pendhapa dengan atap Joglo Sinom memiliki atap brunjung, penanggap, dan emper yang serupa dengan pendhapa sebelumnya, namun dinding pada bagian penanggap juga berupa gebyok dengan pintu dari kayu di bagian tengah depan. Gandhok tengen mengalami perubahan dengan tambahan bilik dan atap kampung, serta tambahan teras di depannya.