DAWANGSARI - SAMBIREJO Bermula dari Ndangsari
Penamaan padukuhan di Indonesia seringkali dipengaruhi oleh sejarah, termasuk kejadian, benda, gelar, atau tokoh tertentu. Salah satu contoh adalah Padukuhan Dawangsari yang terletak di Kapanewon Prambanan, Kalurahan Sambirejo. Terkenal dengan latar belakang Kerajaan Majapahit, padukuhan ini menyimpan banyak cerita menarik, terutama terkait pelarian punggawa Majapahit yang mencari perlindungan di perbukitan sekitar Candi Prambanan setelah terjadinya perang saudara, seperti Perang Paregreg. Pada masa pemerintahan HB VII, seorang demang bernama Wongso Kariyo memutuskan untuk membuka lahan baru di daerah tersebut, yang kemudian dikenal dengan nama Dawangsari. Nama ini dipilih karena tempat ini dianggap memiliki keistimewaan spiritual dan merupakan lokasi pemujaan. Saat ini, Padukuhan Dawangsari mengalami perkembangan signifikan dalam perekonomian dan memiliki beberapa objek wisata serta peninggalan bersejarah seperti Candi Dawangsari dan Candi Barong. Dengan luas wilayah sekitar 130 hektar dan populasi sekitar 460 jiwa, Padukuhan Dawangsari terus berkembang dan menarik perhatian pengunjung.