Dhungkul
Lagu dhungkul camcao, gula tetes ing gendhiyo, yo, gendhiyo ilang. Katerangan: A sampai H, diandaikan anak. semua duduk melingkar, tangannya diacungkn ke depan, serta digenggamkan. Kemudian ada salah satu anak yang menghitung dengan cara menyentuh tangan kawannya yang digenggam tadi sembari melantunkan tembang "Dhungkul camcau, gula tetesing gendheyo, yo gendheyo ilang". Pada saat lagu jatuh pada kata “ilang”, menghitungnya juga berhenti. Di situ barang siapa kejatuhan kata “ilang", tangannya kemudian tidak ikut dihitung lagi. Begitu berulang-ulang, hingga tangan semua temannya hilang. Barang siapa yang tangannya hilang terlebih dahulu, ia diandul oleh kawan yang tangannya hilang paling belakangan. Cara ngandul, misalnya A yang akan diandul oleh B, kedua bahu A dipegang oleh B, badannya dimaju-mundurkan seraya melantunkan tembang “andul, andul susune mbok lara kidul, gedebug tiba kasur”. Ketika lagu sampai pada kata “kasur”, A dijatuhkan pada pangkuannya, serta dilepaskan. Kemudian dipegangi lagi serta dibangkitkan, juga dimaju-mundurkan seperti tadi seraya melantunkan lagu “Angkrek, angkrek, susune mbok rara kopek, reketek tiba bethek". Ketika lagu sampai pada kata “bethek”, A dilepaskan serta kembali seperti posisi duduknya semula. Permainan dungkul diulang berkali-kali seperti itu. Adapun jumlah anak yang bermain sesukanya.