Eks Gedung DPRDGR Sleman
Pada tahun 1916, Sultan Hamengkubuwono VII melakukan reorganisasi pemerintah Yogyakarta melalui Rijksblad Kasultanan no 11. Rijksblad yang berisi tentang pembagian administratif di wilayah Kasultanan Yogyakarta menjadi tiga kabupaten. Ketiga kabupaten tersebut yaitu Kabupaten Kalasan, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Sleman. Kabupaten Sleman terdiri atas empat Kepanjen atau distrik, yakni Mlati, Klegung, Godean, dan Jumeneng. Ketika Sleman dinyatakan sebagai Kabupaten sejak 1916, tidak ada sumber yang menyebut nama bupati yang menjabat di kabupaten, hanya Bangunan eks Gedung DPRDGR Sleman, yang kini difungsikan sebagai kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman, menghadap ke barat dan memiliki arsitektur yang menunjukkan langgam Arsitektur Tropis Modern Indonesia. Bangunan utama beratap limas dengan bagian depan berbentuk pelana ini memiliki dua sayap beratap limas, serta empat kolom beton dengan bentuk seperti order doria di bagian depan. Dinding luar bagian bawah bangunan ditempel dengan kerikil dan dicat hitam, sementara dinding di atas jendela dilengkapi dengan lubang ventilasi berbentuk persegi panjang. Bangunan ini memiliki jendela kaca dengan plat luifel untuk melindungi bukaan jendela, serta pintu utama berupa pintu geser. Denah dasar bangunan berbentuk salib dengan sayap di kiri dan kanan pada bagian depan, meliputi aula, dua ruang rapat yang mengapit aula, ruang kantor, dapur, dan kamar mandi. Aula dahulu digunakan sebagai ruang sidang, sementara dua ruang rapat yang mengapit aula kemungkinan besar digunakan sebagai ruang kerja pimpinan atau ruang sidang kecil. Ciri-ciri Arsitektur Tropis Modern yang tampak pada bangunan ini meliputi atap miring dengan penutup genteng, teritis lebar untuk melindungi jendela dari hujan, jendela lebar untuk ventilasi dan pencahayaan, elemen geometris dominan, dan bahan bangunan industrial seperti beton, baja, dan kaca. Ciri-ciri ini dapat dijumpai pada keseluruhan kompleks eks-kantor Bupati, termasuk atap limasan dengan sudut kemiringan yang hampir sama namun dengan ketinggian berbeda, teritis lebar dengan tambahan kanopi beton pelindung pintu masuk, jendela lebar dengan panil kaca bening dan bingkai kayu, serta elemen-elemen geometris berupa bidang-bidang beton, roster, pintu, dan bukaan lainnya.