GENTAN - SINDUHARJO Dari Klunthungan Sapi Menuju Gentan

Gerobak sapi, yang kini jarang ditemukan kecuali dalam parade budaya, dulunya merupakan salah satu moda transportasi tradisional yang ditarik oleh hewan, berfungsi mengangkut orang dan barang, termasuk hasil pertanian. Moda ini berkembang sejak zaman Majapahit hingga Mataram Islam di abad ke-16, saat infrastruktur jalan semakin baik pada masa Hindia Belanda. Gerobak dilengkapi dengan pelindung matahari dari bambu dan rem kayu, serta dioperasikan oleh kusir yang dikenal dengan istilah 'bajingan', yang kini memiliki konotasi negatif. Jejak sejarah gerobak sapi terlihat dari peninggalan seperti “watu gilang” di Padukuhan Gentan, yang merupakan bagian dari jalur peradaban kuno. Padukuhan Gentan sendiri menjadi bagian dari Kalurahan Sinduharjo sejak 1946 dan kini dipimpin oleh Dukuh Sugiyana. Masyarakat Gentan menjaga tradisi dan seni budaya dengan melestarikan kegiatan sosial seperti nyadran dan kenduri, meskipun pernah ada upaya untuk mendirikan sekolah dengan kultur yang berbeda yang ditolak untuk menjaga keharmonisan.

Detail Objek Budaya

  • Nama Objek: GENTAN - SINDUHARJO Dari Klunthungan Sapi Menuju Gentan
  • Kategori: Tradisi Lisan
  • Alamat: Gentan, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta