Ja Ratu Ja Ratu Selandana

Lagu: Ja ratu, ja ratu Seladana, angundhuh semangka jingga, raden ayu openana, ana bendhe rowa rowe, bendhene sekar panjalin, remu remu kecupu kalingan nila, nila werdi, galik-galik aneng beji, dhog dhog byar pangantene sek napakke. Keterangan: A-E seumpama anak, A dan B duduk menghadap ke barat. Untuk B dipilih anak yang badannya kecil. Ia pura-pura sebagai pengantin putri. C, D, E berdiri sejajar menghadap ke timur di hadapan A dan B, sembari bergandengan tangan. Untuk C dipilih anak yang agak besar. Ia pura-pura sebagai pengantin priya. Ketiga anak tersebut (C, D, E) kemudian melantunkan tembang "Ja Ratu Ja Ratu Selandana" seraya berjalan maju mundur. Ketika tembang sampai pada kata “sek napakke”, C, D, E lalu berjongkok di hadapan A. Selanjutnya A menjawab: “lagi dilulur" (sedang dilulur). C, D, E kemudian berdiri serta melantunkan tembang lagi seperti sebelumnya. Ketika C, D, E, berjongkok dijawab oleh A “lagi diadus" (sedang dimandikan). Kemudian mulai lagi, begitu berulang-ulang, dengan urutan jawaban: lagi dilulur (sedang dilulur), lagi diadusi (sedang dimandikan), lagi dikerik (sedang dikerik), lagi dipaesi (sedang dirias), lagi diborehi (sedang diparami), lagi ditapihi (sedang dikaini), wis rampung (sudah selesai). Pada saat A menjawab “wis rampung" (sudah selesai), B lalu dipondong oleh C, dan permainan pun berakhir. Adapun banyaknya anak yang bermain tidak ada batasan.

Detail Objek Budaya

  • Nama Objek: Ja Ratu Ja Ratu Selandana
  • Kategori: Permainan Tradisional
  • Alamat: Berbah, Cangkringan, Depok, Gamping, Godean, Kalasan, Minggir, Mlati, Moyudan, Ngaglik, Ngemplak, Pakem, Prambanan, Seyegan, Sleman, Tempel, Turi