Nurul Iman
Grup Hadroh Nurul Iman didirikan sebagai kelanjutan dari seni rebana yang pernah ada namun sempat vakum karena peralatan yang sudah usang dan anggotanya yang sudah sepuh. Menggali kembali semangat seni ini, beberapa ibu-ibu di Jomboran, Sidoarum, Godean, sepakat untuk memanfaatkan alat-alat rebana yang ada dan belajar hadroh serta bersholawat bersama. Awalnya, grup ini dimulai dengan sepuluh anggota dan peralatan seadanya, tetapi berkat upaya mencari pengajar dan dukungan komunitas, mereka mulai tampil di acara pengajian rutin Lapanan. Kesuksesan tersebut menarik minat lebih banyak anggota, sehingga grup ini berkembang dan harus menambah peralatan hadroh melalui sistem swadana. Kini, setelah hampir dua tahun berdiri, Grup Hadroh Nurul Iman telah berkembang menjadi 21 anggota dan aktif memeriahkan berbagai acara di kampung, seperti pengajian rutin Sabtu Kliwon, perayaan 17 Agustus, pengajian akbar Isro' Mi'raj, serta parade hadroh di Kabupaten Sleman. Demikianlah sejarah singkat berdirinya Grup Hadroh Nurul Iman, sebuah inisiatif yang berkomitmen untuk melestarikan seni hadroh dan mempererat ukhuwah di komunitas mereka.