Padukuhan Tempel : Dari Rumah yang Temempel

Padukuhan Tempel, yang terletak di Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, memiliki nama yang unik yang berasal dari kata Jawa "temempel," mencerminkan sejarah wilayah yang pernah menjadi tempat tinggal bagi para pendatang. Meskipun tidak ada catatan pasti mengenai asal usul namanya, kisahnya berawal sebelum masa penjajahan Hindia Belanda, ketika pendatang dari daerah lain, termasuk pegawai pemerintah, mulai menetap di wilayah ini. Mereka membangun rumah sederhana dari bambu yang terhubung satu sama lain, sehingga muncul istilah "temempel." Padukuhan ini memiliki enam Rukun Tetangga (RT) dan tiga Rukun Warga (RW), dengan mayoritas penduduk bekerja secara informal, meskipun sekitar 20% merupakan anggota TNI/Polri dan ASN. Menurut cerita warga, ada juga mitos mengenai kematian tujuh orang dalam setahun dan penemuan kerangka tentara, yang menambah nilai historis dan mistis pada wilayah ini. Nama Kapanewon Tempel sendiri sudah ada sejak pemerintahan Hindia Belanda, ditandai dengan keberadaan bangunan cagar budaya dan perkembangan ekonomi yang pesat seiring dengan pemindahan kantor pemerintahan ke Tempel.

Detail Objek Budaya

  • Nama Objek: Padukuhan Tempel : Dari Rumah yang Temempel
  • Kategori: Tradisi Lisan
  • Alamat: Padukuhan Tempel, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupten Sleman