PETE - MARGODADI ‘Mampete’ Lahar Dingin dari Merapi

Padukuhan Pete, yang terletak di Kalurahan Margodadi, Kapenewon Seyegan, Kabupaten Sleman, memiliki tradisi unik berupa 'wewaler' atau pantangan yang melarang pendirian rumah joglo. Jika dilanggar, dipercaya dapat mendatangkan celaka. Lurah Margodadi, Djalmo Susilodiprodjo, menegaskan bahwa pantangan ini telah dipatuhi masyarakat secara turun-temurun, mirip dengan pantangan di padukuhan lain seperti larangan menanam padi ketan dan memelihara burung perkutut. Sejarah nama 'Pete' sendiri diyakini berasal dari peristiwa lahar dingin dari Gunung Merapi yang berhenti di wilayah tersebut, bukan karena banyaknya pohon pete. Di pemakaman umum Padukuhan Pete terdapat nisan Ki Srenggi dan Nyi Srenggi yang diyakini sebagai cikal bakal penduduk setempat. Adat tradisi masih dijalankan, termasuk kegiatan gotong royong dan perayaan keagamaan, meski seni budaya tradisional kurang terlihat. Jumlah penduduk Pete mencapai sekitar 800 jiwa, dan banyak kegiatan masyarakat berlangsung, termasuk di bidang pertanian dan perikanan. Selain itu, Djalmo menyebut bahwa Kalurahan Margodadi terdiri dari 16 padukuhan, masing-masing dengan ciri khas dan keunikannya.

Detail Objek Budaya

  • Nama Objek: PETE - MARGODADI ‘Mampete’ Lahar Dingin dari Merapi
  • Kategori: Tradisi Lisan
  • Alamat: Padukuhan Pete, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman