Rakai Warak

Dahulu Warak merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Medang (masa Mataram Kuno) yang dipimpin Sri Maharaja Rakai Warak. Ketika kerajaan Mataram Kuno mulai beralih menjadi Kerajaan Mataram Islam dikirimlah utusan Raden Mas Sujono (Pangeran Mangkubumi) bernama Kiai Beruk untuk melatih dan mengatur rakyat Warak menjadi Prajurit mendukung keamanan Mataram. Kemudian Prajurit bentukan Kiai Beruk ini dinamakan Bregada Rakai Warak untuk menghormati cikal bakal Warak sebagai daerah kekuasaan Rakai Warak. Pasukan ini merupakan bagian dari upaya perlawanan Pangeran Mangkubumi yang kecewa terhadap pemerintahan Pakubuwono II yang mewariskan tahkta kepada Pakubuwono III karena hasutan dari VOC. Prajurit ini dipersenjatai pedang-perisai dan tombak. Persiapan pasukan ini dilakukan untuk menghadapi pasukan VOC yang bertindak sewenang-wenang dan membuat rakyat sengsara. Bregada ini diinspirasi Sri Maharaja Rakai Warak yang memiliki karakter kepemimpinan tegas, kuat dan berwibawa saat masa kepemimpinnya di Kerajaan Medang. Karakter itu sesuai dengan arti Warak dalam Bahasa Indonesia yang berarti Badak. Badak yang merupakan hewan terbesar dan terkuat kedua di dunia yang juga turut berperan pula menjaga ekosistemnya. Sering menelusur hutan dan berkubang membantu benih-benih pepohonan tumbuh tersebar

Detail Objek Budaya

  • Nama Objek: Rakai Warak
  • No Registrasi: 2.071115.2023.89
  • Tanggal Register: 2023-04-10
  • Ketua Kelompok / Penanggung Jawab: Antonius Sunu Rudiyanto
  • Jumlah Anggota: 40
  • Kategori: Seni
  • Alamat: Warak Kidul RT03/RW09 Sumberadi, Mlati, Sleman