Siswo Mudo Budoyo
Wayang Orang Siswa Muda Budaya didirikan pada tahun 1967 oleh Alm. Bp. Mulyadi Yososukardi. Anggota kelompok ini terdiri dari warga Padukuhan Bendungan dan sekitarnya, meliputi tiga generasi. Meskipun mengalami kemacetan dalam kegiatan, mereka masih sesekali menampilkan petilan wayang orang seperti Dosomuka – Anoman, Anggodo – Anilo, dan Gatut Koco – Setijo. Saat ini, sebagian besar pemainnya sudah lanjut usia. Ketoprak Siswo Mudo Budoyo berdiri pada tahun 1975 dan dipimpin oleh Sukarjo. Anggota kelompok ini adalah warga Padukuhan Bendungan dan sekitarnya. Kegiatan mereka berlangsung sesekali, dengan pentas terakhir dilaksanakan pada bulan November 2023. Kondisi pemainnya berganti-ganti dari generasi ke generasi. Kerawitan, yang seiring dengan kegiatan seni wayang orang, telah ada sejak sebelum tahun 1974 dengan pelatih Bapak Harjo dari Mandungan Margoluwih Seyegan. Pada tahun 2023, kelompok kerawitan ibu-ibu PKK Sekar Cempaka didirikan kembali, dilatih oleh P3 WILSEN ISI Yogyakarta dengan Ketua Ibu Tuti Suhartini dan tim pelatih intern Bapak Amad Dalijo, Bapak Sapta Edi, serta Bapak Sukarjo. Selain itu, pada tahun 2023, kelompok kerawitan anak-anak usia SD-SMP juga dibentuk dengan tim pelatih yang sama. Pada tahun 2024, kelompok kerawitan untuk bapak-bapak didirikan dengan pelatih yang sama. Mocopat, Panembrama, dan Geguritan berdiri pada tahun 2008 dengan ketua Suroso dan pelatih Bapak Sukresno. Anggota kelompok ini adalah warga Sidoagung. Mereka rutin melakukan latihan dan siaran di Radio Konco Tani serta berpartisipasi di Rumah Bupati setiap bulan. Kondisi pemainnya stabil meskipun sudah berusia lanjut. Seni Tari Klasik dan Kreasi memiliki penari yang rata-rata berusia SMP dan SLTA, dengan perubahan anggota yang bergantian secara berkala.