Soyang
Lagu 1 : Soyang, soyang bathika plang kidul semarang, ya ya go, ya ya nong, manuk endra satus kawandasa, kawula ngenger, ngengerake sandhang pangan luru dhewe. Lagu II : Boten trima, boten trima, yen anak disiya siya, kunci kencur, kunci kencur, anak siji dadi batur a. Cara Bermain Beberapa anak dibagi dalam dua posisi. Satu anak (A) duduk di tanah, sebagai tuan rumah yang akan dititipi anak. B, C, D, E dan seterusnya berdiri berjajar di depan A dengan bergandengan tangan. B sebagai ibu yang akan menitipkan anak, sedangkan C, D, E dan seterusnya sebagai anak-anak B yang akan dititipkan pada A. Ibu dan anak-anaknya berjalan maju-mundur sambil menyanyikan lagu “Soyang”. Setelah nyanyian berakhir, mereka jongkok di depan A, lalu berdialog sebagai berikut: B : Kula nuwun (permisi) A : Sinten niku (siapa itu) B : Kula (saya) A : Ajeng napa (mau apa) B : Ajeng ngengerke anak kula (mau menitipkan anak) A : Namine sinten (namanya siapa) B : Namine ‘Dandang’ (namanya ‘Dandang’; semua anaknya dinamakan dengan nama alat-alat perkakas dapur, seperti dandang, wajan, kendhil, kukusan, keren, luweng, cething, wakul, tebok, tampah, tumbu, cowek, cuwo, lemper, munthu, dan lain sebagainya) A : Ken nyambut gawe abot purun ta (disuruh bekerja berat mau kan) B : Purun (mau) A : Enggih ta, anggere trima diingoni sega sekepel, sambel sadulit, iwak secuwil, jangan setetes, sandhangan sesuwek (baiklah asal terima dikasih makan sekepal, sambal secolek, daging secuwil, sayur setetes, pakaian sesobek) B : Inggih purun, waton angsal ngengeran (ya mau, asal mendapat tempat menumpang) A : Enggih ta empun, sampeyan tinggal (ya sudahlah, kau tinggal saja) Setelah itu E lalu ditinggal. Selanjutnya B, C, D bermain lagi seperti semula. Pada akhir nyanyian mereka jongkok di depan A, lalu berdialog seperti tadi. Begitu terus menerus sampai semua anaknya habis dititipkan pada A, kemudian B pergi. Sepeninggal ibunya, anak-anak B disuruh bekerja oleh A, ada yang disuruh mengembala hewan piaraan, ana yang mencuci, mengambil air, memasak, dan lain sebagainya. Sang ibu mengetahui kalau anak-anaknya disuruh bekerja berat. Dia merasa kasihan, tidak terima atas perlakuan A kepada anak-anaknya. Dia lalu meminta kembali anak-anaknya dengan nyanyian lagu II. Setelah selesai menyanyi, B lalu menghadap A, selanjutnya berdialog. B : Kula nuwun (permisi) A : Enggih, sinten niku (ya, siapa itu) B : Kula (saya) A : Ajeng napa (mau apa) B : Ajeng nedha wangsul anak kula si Dandang (akan meminta kembali anakku si Dandang) A : Dhek kuru dingengerake, bareng wis lemu dijaluk. Pun mang gawa (ketika kurus dititipkan, begitu sudah gemuk diminta kembali. Sudah, bawalah) B pergi dengan membawa seorang anaknya. Kemudian kembali lagi dengan bernyanyi seperti tadi, dilanjutkan berdialog untuk meminta kembali anaknya satu-persatu. Begitu terus menerus sampai semua anaknya terambil.