Struktur Cerobong PG Randugunting

Pabrik gula Randugunting, yang awalnya mengolah tebu dari dua perkebunan milik A.E. Klaring—Randoegoenting di Yogyakarta dan Tjandi Sewoe di Klaten—didirikan setelah kedua perkebunan tersebut, yang sebelumnya memproduksi nila, tanaman penghasil pewarna pakaian, beralih ke budidaya tebu akibat kemunduran pasar nila karena pewarna sintetis yang lebih murah. Namun, krisis gula yang melanda membuat Klaring memutuskan untuk menjual kedua perkebunan dan pabriknya pada tahun 1882. Perkebunan tersebut kemudian dibeli oleh Koloniale Bank pada tahun 1889. Perkebunan Randugunting, yang awalnya dijalankan secara kekeluargaan, mulai dikelola secara profesional setelah pembentukan badan usaha swasta "N.V. Randoegoenting" pada tahun 1895, dengan total modal sebesar 645.000 gulden, di mana dua pertiganya dikuasai oleh Koloniale Bank. Pada tahun 1899, dengan tambahan modal besar dari Koloniale Bank, areal perkebunan Randugunting diperluas dengan menggabungkan perkebunan Tjandi-Sewoe, sehingga dikenal sebagai “N.V. Suikeronderneming Randugunting-Tjandisewoe”. Namun, akibat krisis ekonomi global pada tahun 1930-an, PG Randugunting menghentikan musim tanam sejak tahun 1932 dan akhirnya, pada tahun 1937, pabrik gula Randugunting ditutup dan bangunan pabriknya dibongkar. Struktur cerobong PG Randugunting, yang merupakan bagian dari pabrik gula Randugunting, berfungsi sebagai saluran pembuangan asap tungku pemasak gula dan dirancang tinggi untuk mengurai efek asap. Cerobong ini memiliki ketinggian total 12,1 meter, dengan pondasi setinggi 2,5 meter dan berukuran 8,3 x 8,3 meter. Dinding cerobong memiliki ketebalan sekitar 1,6 meter dan di bagian dalamnya terdapat lubang berdiameter 4,24 meter. Struktur ini memiliki lengkungan selebar 1,4 meter dan tinggi 7,2 meter, terbuat dari batu kali untuk pondasi dan bata untuk dinding, yang direkatkan dengan campuran semen PC, pasir, dan kapur, tanpa menggunakan tulang besi. Bagian dalam cerobong berbentuk lingkaran dan di atasnya dahulu terdapat cerobong berbentuk silinder yang lebih tinggi, namun bagian tersebut sudah dirobohkan. Struktur ini juga dilengkapi dengan hiasan berupa molding di bagian atas.

Detail Objek Budaya

  • Nama Objek: Struktur Cerobong PG Randugunting
  • No Registrasi: 79.19/Kep.KDH/A/2021
  • Tanggal Register: 2021-12-27
  • Ketua Kelompok / Penanggung Jawab: Kasultanan Yogyakarta
  • Kategori: Cagar Budaya