Uri-Uri
Lagu Uri-uri, Uri uri, anjang-anjang widadari, caleret tiba nyamplung ketundhung kembange apa. Keterangan: A sampai H seumpama anak. mereka duduk melingkar. Telapak tangannya terbuka ditumpuk tengkurap berselang-seling. Artinya, satu telapak tangan A ditumpangi satu telapak tangan B, kemudian satu telapak C dan seterusnya, sampai seluruh telapak tangan anak-anak (kiri-kanan) habis tertumpuk. Kemudian jemari tangan kanan salah seorang anak ngunyer-unyer (memijit memutar dengan dengan menggunakan jari dan ibu jari tangan kanan, seperti halnya mencubit telapak tangan anak lainnya yang paling atas, seraya bersama-sama melantunkan tembang "Uri-uri". Ketika tembang sampai pada kata "kembange apa", berhenti. Anak yang telapak tangannya di-unyer-unyer harus menjawab "nama bunga" apa yang dikehendaki. Seumpama yang di-unyer-unyer tangannya bernama Sinah, mamilih kembang pring (bunga bambu), kegiatan ngunyer-unyer dan tembangnya dilanjutkan, misalnya sebagai berikut: Lagu II: Kembang pring, kembang pring, sinah oleh tuwek-gring (tua dan sakit-sakitan), wekgring-wekgring oraa, tunggangane gajah belang, ali-ali memanikan, dhik-endhik suruh sacandhik, lanang wedok padha methik, nang nang suruh sacarang, lanang wedok padha nginang, thithit thuwit centhang. Misalnya memilih kembang mawar, lanjutan lagunya bisa sebagai berikut: Lagu II: Kembang mawar, kembang mawar, sinah oleh wong cupar (cacat), cupar-cupar oraa, tunggangane gajah belang, ali-ali memanikan, dhik-endhik suruh secandhik, lanang wedok padha methik, nang nang suruh sacarang, lanang wedok padha nginang, thithit thuwit centhang. Keterangan: Begitu tembang sampai pada kata "thithit thuwit centhang", telapak tangan yang di-unyer-unyer tadi semacm dicubit, diangkat untuk ditumpangkan di pundak sang pemilik tangan. Akan tetapi, telapak tangan kanan ditumpangkan di pundak tangan kiri, sebaliknya telpak tangan kiri ditumpangkan di pundak tangan kanan. selanjutnya melantunkan tembang serta ngunyer-unyer lagi telapak tangan anak yang lain, hingga seluruh telapak tangan habis semua sudah menumpang pada pundaknya masing-masing. Ketika semua telapak tangan sudah menumpang di pundak masing-masing, kemudian di-andul (dilepas dengan diayun). Cara dan lagunya sama dengan tata cara meng-andul dalam permainan dhungkul. Jika B yang di-andul oleh A, kedua bahu tangan B dipegangi oleh A serta badannya dimaju-mundurkan sembari melantunkan tembang “Andul” demikian “Andul, andul susune mbok lara kidul, gedebug diba kasur”. Katerangan: Ketika tembang sampai pada kata “kasur", B dijatuhkan pada pangkuan A, serta dipelaskan. Kemudian dipegangi lagi serta dibangkitkan, daan dimaju-mundurkan lagi seperti sebelumnya, serta dilantunkan tembang sebagai berikut” angkrek, angkrek, susune mbok rara kopek, reketek tiba bethek". Keterangan: Ketika tembang sampai pada kata “bethek", B dilepaskan, serta kembali duduk seperti posisi semula. Begitu berulang-kali. Adapun banyaknya anak untuk bermain uri-uri tidak dibatasi.