Gerobak Sapi

Gerobak sudah ada sejak jaman kolonial khususnya sejak berlakunya sistem tanam paksa yang kemudian disusul oleh sistem eksploitasi lain, yaitu sistem liberal (1870-1900) dan sistem etis (1900 – 1942) eksploitasi agraris makin intensif dan petani menderita kemiskinan dan kelaparan.

Pada jaman kemerdekaan, mulai tahun 1950 sampai sekarang, gerobak sebagai sarana transportasi masih mempunyai nilai ekonomi di samping berperan di dalam bidang pembangunan. Hal itu dimungkinkan oleh karena jumlah angkutan bermotor belum terlalu banyak jumlahnya. Pabrik gula Madukismo yang berada di wilayah Kabupaten Bantul dalam melancarkan proses produksinya juga mengambil jasa angkutan gerobak.

Hingga sekarang, gerobak memiliki fungsi ekonomi dan trasnportasi yang memadai bagi masyarakat yogyakarta. Gerobak juga menjadi daya tarik wisata bagi Yogyakarta.