Langen Toyo

Sejarah seni Langen Toyo di Kampung Sorowangsan, Dusun Babadan, Desa Girikerto, Kecamatan Turi, ini sulit dilacak karena ketua paguyuban dan tokoh-tokoh sepuh dari paguyuban ini juga tidak dapat menceritakan kapan mulai ada kesenian ini di dusunnya, mereka hanya dapat mengatakan bahwa seni Langen Toyo ini sudah dimainkan oleh orang tua mereka dan generasi orang tua mereka juga hanya mengikuti para seniman Langen Toyo dari generasi kakek mereka. Pak Sunardi sebagai ketua Paguyuban Seni Langen Toyo pada saat ini mengatakan hampir semua pemain Langen Toyo merupakan keturunan dari pemain Langen Toyo generasi sebelumnya. Saat ini sudah merupakan generasi ke-empat pewaris kesenian Langen Toyo. “Seni Langen Toyo Ngesti Budaya Sorowangsan Girikerto Turi menika mujudaken seni budaya run-tumurun tetilaranipun para leluhur ing Dusun Sorowangsan”. Orang tua Sunardi, merupakan salah satu tokoh penggerak kesenian Langen Toyo di Kampung Sorowangsan.

Pada waktu itu tidak ada struktur organisasi yang jelas dan formal. Warga Kampung Sorowangsan yang senang bermain seni Langen Toyo mengikuti apa yang menjadi arahan dari Harja Winata untuk berlatih dan berkesenian Langen Toyo. Orang tua Sunardi lahir pada tahun 1936, pada waktu kecil sudah sering melihat seni pertunjukan Langen Toyo di wilayah Desa Girikerto dan bahkan sampai ke wilayah Jrakah, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Magelang. Pada waktu itu Simbahe Pak Sunardi juga sering ikut serta sebagai pemain dalam dramatari Langen Toyo di Jrakah, Magelang. Diperkirakan Simbahe Pak Sunardi lahir sekitar tahun 1920, dan berarti kesenian Langen Toyo sudah berkembang di Girikerto sekitar tahun 1920-an atau bahkan pada waktu sebelumnya. Sunardi sendiri tidak dapat memastikan waktu awal mula munculnya seni dramatari Langen Toyo di Sorowangsan, Girikerto.