Trengganon
Kesenian Trengganon pada awalnya digunakan sebagai media dakwah oleh Kyai Haji Syahid untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Kyai Haji Syahid dalam menyebarkan agama Islam dengan memberikan ceramah agama juga disertai pula pementasan kesenian Trengganon. Syiar agama Islam melalui kesenian Trengganon dilakukan dengan lantunan syair-syair yang diambil dari ayat-ayat kitab Barzanji yang dipadukan dan diselaraskan dengan jurus-jurus silat.
Nama Trengganon berasal dari kata Trengganu. Trengganu adalah nama dari suatu daerah di Malaysia. Menurut keterangan Bp. Hj. Achmad (adik KH. Syahid) saat KH. Syahid naik haji, ia singgah di daerah Trengganu dan melihat seni bela diri silat. Sepulangnya ke Indonesia beliau mendirikan [erkumpulan seni bela diri dengan nama Trengganon. Istilah Trengganon berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari kata tarawih yang artinya suatu hal yang baik dan kata anggonun yang artinya melaksanakan. Sehingga Trengganon dapat diartikan sebagai melaksanakan suatu kebaikan.