Pada tahun 1916, Sultan Hamengkubuwono VII melakukan reorganisasi pemerintah Yogyakarta melalui Rijksblad Kasultanan no 11, yang mengatur pembagian administratif wilayah...
Pada tahun 1916, Sultan Hamengkubuwono VII melakukan reorganisasi pemerintah Yogyakarta melalui Rijksblad Kasultanan no 11, yang mengatur pembagian administratif wilayah...
1. Daun ketapang, 2. Pucuk daun menir, 3. Kunyit, dipipis halus diberi air, 4. Air tawar yang sudah dibiarkan semalam, diparamkan ke perut, Atau Jadham yang pait direbus...
1. Daun pare pait diremas dicampur 2. Cokak jawa, dimasak sampai airnya tinggal sedikit suam-suam kuku, diobatkan pada yang luka. Lukanya harus dibersihkan dulu hingga be...
1. Daun ketela rambat, 2. Garam tiga wuku dipipi sampai halus, dibobokkan. Wudun harus ditusuk dahulu dikeluarkan nanahnya menggunakan sujen.
1. Pohon teter dijemur hingga kering, lalu dibakar hingga gosong, arangnya digerus dicampur 2. Minyak gurih (minyak klentik yang warnanya hijau), diusapkan pada yang luka...
1. Daun dhadhap srep, 2. Adas, 3. Pulasari, 4. Bawang merah, 5. Pala semuanya direbus untuk minuman
1. Kotoran tikus digoreng hingga gosong, 2. Air terong kopek satu biji, dipipis diminumkan separo, sisanya diborehkan semua persendian.
Sejarah tenun di Gamplong dimulai sejak masa penjajahan Belanda, ketika leluhur masyarakat setempat membuat tenunan ikat bagor untuk pakaian pribumi. Mereka kemudian meng...