1. Daun gandarasa tujuh pucuk, 2. Jinten hitam, 3. Jinten putih, 4. Mesoyi, 5. Kunci, 6. Kencur, 7. Mrica, 8. Mungsi, 9. Arang jati, 10. Garam, 11. Arang sujèn, dikunyah...
1. Daun gandarasa tujuh pucuk, 2. Jinten hitam, 3. Jinten putih, 4. Mesoyi, 5. Kunci, 6. Kencur, 7. Mrica, 8. Mungsi, 9. Arang jati, 10. Garam, 11. Arang sujèn, dikunyah...
1. Daun belimbing wuluh, 2. Tumbukan belimbing wuluh, 3. Adas, 4. Pulasari, 5. Bawang merah dibakar, dipipis halus, airnya diminum, ampasnya untuk membedaki.
1. Cucung belut, 2. Beras direndam, 3. Lempuyang tujuh iris, dipipis halus untuk membedaki perut.
Jembatan ini adalah peninggalan sejarah dari masa kejayaan perkebunan tebu di wilayah Sleman dan dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada tahu...
Jemparingan adalah sebuah olahraga tradisional panahan yang berasal dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, juga dikenal sebagai jemparingan gaya Mataram Ngayogyakarta...
1. Apu wongka, 2. Garam, dipipis halus untuk membedaki perut.
1. Temulawak, 2. Wiji sami, dipipis halus untuk membedaki perut
1. Temulawak, 2. Bawang merah, 3. Kayu angin, 4. Kunir, 5. Jamur impes, 6. Daun sandilata atau sembukan, 7. Kerikan secang, 8. Kerikan kayu widara putih, 9. Kedawung, 10....
1. Cangkang telur ayam yang sudah menetas, 2. Jahé, dipipis halus dicampur dengan, 3. Minyak sulung, untuk membedaki perut.
1. Daun kemiri yang jatuh telentang, 2. Mesoyi, 3. Bawang merah, 4. Benglé, 5. Bulu landak, 6. Gigi tembilus, semua dipipis halus disaring untuk membedaki bagian yang sak...